Bingung memilih antara TOEFL dan IELTS? Artikel ini mengupas
tuntas perbedaan kedua tes bahasa Inggris paling populer di dunia, mulai dari
format, skor, aksen, hingga penerimaan institusi. Temukan panduan lengkap mana
yang paling sesuai dengan kebutuhan studi, kerja, atau imigrasi Anda. Cocok
untuk pembelajar level menengah yang ingin merencanakan langkah karir atau
pendidikan internasional.
Minggu 10: Bahasa Inggris untuk Dunia Kerja & Akademik
Hari
73: Mengenal Tes TOEFL dan IELTS (Apa Bedanya dan Mana yang Anda Butuhkan?)
Selamat datang kembali di seri belajar bahasa Inggris kita!
Pada pekan kesepuluh ini, kita sudah membahas cara melakukan presentasi singkat
yang efektif di hari ke-72. Kini, di hari ke-73, kita akan membahas topik yang
sangat krusial bagi siapa pun yang serius ingin melanjutkan studi ke luar
negeri, bekerja di perusahaan multinasional, atau bahkan berimigrasi ke negara
berbahasa Inggris.
Saya yakin Anda pernah mendengar dua kata ini: TOEFL dan IELTS.
Keduanya adalah tes standardisasi kemampuan bahasa Inggris yang paling diakui
secara global. Namun, banyak pembelajar yang bingung: "Apa sebenarnya
perbedaan keduanya?" "Manakah yang lebih mudah?" "Manakah
yang harus saya ambil?"
Kebingungan ini wajar terjadi. Meskipun tujuannya
sama—mengukur kemampuan bahasa Inggris—TOEFL dan IELTS memiliki filosofi,
format, dan pendekatan yang berbeda. Memilih tes yang salah bisa berakibat pada
pemborosan waktu, uang, dan energi. Oleh karena itu, hari ini kita akan
membedah keduanya secara mendalam, sehingga Anda bisa membuat keputusan yang
tepat dan strategis.
Mari kita mulai perjalanan mengenal dua raksasa tes bahasa
Inggris ini!
Apa
Itu TOEFL dan IELTS? Sekilas Pengenalan
Sebelum masuk ke perbedaan, mari kita kenali dulu identitas
masing-masing.
TOEFL
(Test of English as a Foreign Language)
- Dikelola
oleh ETS (Educational Testing Service) yang berbasis di Amerika Serikat.
- Dirancang
khusus untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik seseorang—seberapa
siap Anda mengikuti perkuliahan atau program pendidikan di universitas
berbahasa Inggris.
- Dominan
menggunakan Bahasa Inggris Amerika (American English),
baik dari segi kosakata, ejaan, maupun aksen dalam materi listening.
- Format
yang paling populer saat ini adalah TOEFL iBT (Internet-Based
Test).
IELTS
(International English Language Testing System)
- Dikelola
bersama oleh British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment
English.
- Dirancang
untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris untuk tujuan studi, bekerja, dan
tinggal di negara-negara berbahasa Inggris.
- Menggunakan Bahasa
Inggris Britania (British English) sebagai basis, namun tetap
mengakomodasi variasi aksen lain (Amerika, Australia, Kanada) terutama di
sesi listening.
- Terdiri
dari dua jenis: IELTS Academic (untuk studi dan profesi
terdaftar) dan IELTS General Training (untuk imigrasi dan
pengalaman kerja non-akademik).
Perbedaan
Fundamental: American vs. British, dan Lainnya
Banyak orang hanya fokus pada perbedaan aksen, padahal
perbedaan TOEFL dan IELTS jauh lebih dalam dari itu. Mari kita bedah dari
berbagai aspek.
1. Format dan Durasi Tes
|
Aspek |
TOEFL iBT |
IELTS (Academic
& General) |
|
Durasi Total |
Sekitar 3 jam
(termasuk 10 menit istirahat) |
Sekitar 2 jam 45
menit (tanpa istirahat) |
|
Sesi Listening |
36-56 menit.
Mendengarkan ceramah akademik dan percakapan kampus. Hanya diputar sekali.
Catatan diperbolehkan. |
30 menit. 4 rekaman
dengan beragam aksen (Britania, Australia, Amerika). Hanya diputar sekali.
Catatan diperbolehkan. |
|
Sesi Reading |
54-72 menit. 3-4
teks akademik panjang. Pertanyaan pilihan ganda. |
60 menit. 3 teks
panjang (Academic) atau teks dari iklan/panduan (General Training). Beragam
tipe soal (isian, benar/salah, pencocokan). |
|
Sesi Writing |
50 menit. 2 tugas:
Integrasi (membaca+mendengar lalu menulis) dan Essay opini. Diketik di
komputer. |
60 menit. 2 tugas:
Analisis grafik/data (Task 1) dan Essay opini (Task 2). Bisa memilih
tulisan tangan atau diketik (tergantung lokasi). |
|
Sesi Speaking |
17 menit. Terpisah dari
sesi lain. Dilakukan dengan mikrofon ke komputer (tidak ada pewawancara
manusia). 4 tugas. |
11-14 menit. Wawancara
langsung satu-satu dengan examiner (face-to-face). 3 bagian:
perkenalan, monolog pendek, dan diskusi dua arah. |
2. Gaya Bahasa dan Aksen
Ini adalah perbedaan paling kentara. TOEFL sangat
"Amerika." Teks bacaan menggunakan ejaan Amerika (color bukan colour, analyze bukan analyse),
dan audio listening menggunakan aksen khas Amerika Serikat (terutama gaya
kampus).
IELTS, di sisi lain, lebih "Britania" namun
inklusif. Teks bacaan cenderung menggunakan ejaan Britania. Di sesi listening,
Anda akan mendengar beragam aksen: aksen Inggris (British), Australia, Selandia
Baru, dan juga Amerika. Ini menjadi tantangan tersendiri, tetapi juga melatih
Anda untuk terbiasa dengan berbagai dialek dunia nyata.
3. Jenis Soal
- TOEFL: Mayoritas
soal berbentuk pilihan ganda (multiple choice). Ini adalah
kabar baik bagi Anda yang terbiasa dengan ujian objektif. Namun, di sesi
writing dan speaking, jawaban Anda akan direkam dan dinilai oleh kombinasi
AI dan penguji manusia.
- IELTS: Memiliki ragam
tipe soal yang lebih variatif. Selain pilihan ganda, ada soal
melengkapi kalimat, menjodohkan, memberi label diagram, dan menjawab
pertanyaan singkat. Di sesi Reading, Anda bahkan akan
menemukan soal True/False/Not Given yang terkenal
menjebak karena membutuhkan pemahaman detail yang sangat teliti.
4. Sistem Penilaian (Skor)
- TOEFL
iBT: Skor berkisar antara 0 – 120. Setiap
sesi (Reading, Listening, Speaking, Writing) bernilai 0-30, lalu
dijumlahkan. Skor 100 ke atas umumnya dianggap sebagai nilai kompetitif
untuk universitas top.
- IELTS: Skor
diberikan dalam bentuk Band Score dari 1
(Non-User) hingga 9 (Expert User). Nilai bisa dalam
setengah poin (misal 6.5 atau 7.5). Untuk studi S2 di universitas ternama,
biasanya dibutuhkan band 6.5 - 7.0. Untuk imigrasi (seperti Australia atau
Kanada), biasanya dibutuhkan band 6.0 - 7.0 di masing-masing sesi.
Mana
yang Lebih Sulit: TOEFL atau IELTS?
Pertanyaan ini adalah pertanyaan klasik tanpa jawaban mutlak.
Karena "sulit" itu subjektif. Namun, saya bisa memberikan panduan
berdasarkan profil pembelajar:
Anda mungkin lebih cocok dengan TOEFL jika:
- Anda
lebih terbiasa dengan aksen dan kosakata Amerika.
- Anda
lebih nyaman menjawab soal pilihan ganda.
- Anda
jago mengetik cepat di komputer (karena semua sesi dilakukan di komputer).
- Anda
tidak terlalu percaya diri berbicara langsung dengan orang asing (karena
Speaking TOEFL direkam ke komputer).
Anda
mungkin lebih cocok dengan IELTS jika:
- Anda
lebih terbiasa dengan aksen Britania atau Australia.
- Anda
suka tantangan dengan variasi tipe soal.
- Anda
memiliki tulisan tangan yang rapi dan ingin menulis manual (opsional).
- Anda
lebih suka interaksi manusia dan merasa percaya diri saat berbicara
langsung dengan examiner (karena IELTS Speaking face-to-face lebih terasa
seperti percakapan alami).
Secara
umum:
- Listening: IELTS
lebih sulit karena variasi aksen dan soal isian singkat. TOEFL lebih mudah
karena pilihan ganda, meskipun ceramahnya panjang.
- Reading: IELTS
lebih sulit karena soal True/False/Not Given sangat
membutuhkan ketelitian. TOEFL lebih lurus ke depan.
- Writing: TOEFL
lebih sulit karena tugas Integrated Writing meminta Anda
menulis sambil menyimak dan membaca secara bersamaan (multitasking). IELTS
Task 1 (deskripsi grafik) lebih teknis tetapi bisa dipelajari polanya.
- Speaking: TOEFL
lebih sulit karena Anda berbicara ke mesin tanpa umpan balik, dan waktu
sangat ketat. IELTS terasa lebih alami karena ada interaksi tanya jawab
dengan manusia.
Mana
yang Anda Butuhkan? Panduan Memilih
Inilah pertanyaan paling penting. Jawabannya tergantung
pada tujuan Anda. Jangan asal pilih! Berikut panduannya:
1.
Untuk Studi (Kuliah/Pascasarjana)
- Jika
Anda ingin kuliah di Amerika Serikat atau Kanada: Mayoritas
universitas di sana menerima TOEFL (bahkan lebih
memilihnya) dan juga menerima IELTS. Namun, beberapa
universitas top di AS memiliki preferensi pada TOEFL. Periksa situs web
universitas tujuan Anda.
- Jika
Anda ingin kuliah di Inggris, Australia, Selandia Baru, atau Eropa: IELTS
Academic adalah pilihan utama dan sangat umum diterima. Namun,
TOEFL juga diterima di banyak institusi di sana.
- Kesimpulan: Cek
persyaratan universitas spesifik Anda. Jika tidak ada
preferensi, pilih tes yang sesuai dengan kekuatan bahasa Inggris Anda
(liat poin sebelumnya).
2.
Untuk Bekerja atau Profesi Terdaftar
- Jika
Anda ingin bekerja di perusahaan global atau menjadi dokter/perawat di
luar negeri: Biasanya IELTS Academic (untuk
profesi terdaftar seperti medis) atau TOEFL (untuk
beberapa perusahaan AS) diterima. Namun, untuk profesi seperti kedokteran
di Inggris atau Australia, IELTS adalah standar emasnya.
3.
Untuk Imigrasi
- Ini
adalah poin penentu! Untuk keperluan imigrasi ke:
- Australia,
Selandia Baru, atau Kanada: Hampir secara eksklusif
membutuhkan IELTS General Training (bukan Academic).
- Amerika
Serikat atau Inggris (untuk visa): TOEFL atau IELTS
Academic bisa digunakan, tetapi IELTS General Training adalah yang paling
umum untuk visa imigrasi di banyak negara persemakmuran.
- Catatan
Penting: Jika Anda berimigrasi ke Australia melalui program
SkillSelect, Anda harus mengambil IELTS atau salah satu tes yang disetujui
(seperti PTE), tetapi IELTS General Training adalah yang paling
populer. TOEFL tidak diterima untuk imigrasi Australia! Ini
sangat penting.
Tips
Mempersiapkan Diri untuk Kedua Tes
Apa pun tes yang Anda pilih, persiapan adalah kunci.
1. Kenali
Format Tes Secara Mendalam: Jangan pernah datang ke ruang ujian tanpa tahu
persis bagaimana format soalnya. Unduh contoh soal gratis dari situs resmi ETS
(untuk TOEFL) dan British Council/IDP (untuk IELTS).
2. Latihan
dengan Timer: Kedua tes ini dibatasi waktu dengan ketat. Biasakan
diri Anda mengerjakan soal dalam tekanan waktu. Ini akan melatih kecepatan dan
manajemen waktu Anda.
3. Perbanyak
Kosakata Akademik: Kedua tes menggunakan bahasa akademik. Bacalah
artikel dari jurnal, majalah ilmiah populer (seperti National Geographic atau
The Economist), dan tuliskan kata-kata baru.
4. Latihan
Mendengarkan dengan Berbagai Aksen: Untuk IELTS, biasakan
mendengarkan podcast dari Inggris (BBC), Australia (ABC), dan Amerika (NPR).
Untuk TOEFL, fokus pada podcast dan kuliah dari universitas AS.
5. Perbaiki
Kemampuan Mengetik (untuk TOEFL): Karena TOEFL iBT sepenuhnya
berbasis komputer, kecepatan mengetik sangat memengaruhi skor Writing Anda.
6. Ikuti Kelas
Persiapan (Opsional): Jika anggaran memungkinkan, mengikuti kursus
persiapan TOEFL atau IELTS bisa sangat membantu, terutama untuk mendapatkan
umpan balik pada sesi Speaking dan Writing.
Kesimpulan:
Tidak Ada yang "Lebih Baik", Hanya yang "Lebih Tepat"
Pada akhirnya, TOEFL dan IELTS adalah dua gerbang menuju
kesempatan yang sama: dunia global. Tidak ada tes yang secara inheren
"lebih baik" dari yang lain. Yang ada hanyalah tes yang "lebih
tepat" untuk kebutuhan spesifik Anda.
Jangan terjebak dalam perdebatan "mana yang lebih
mudah." Fokuslah pada tujuan Anda (studi di mana? kerja
di mana? imigrasi ke mana?) dan kekuatan personal Anda (Apakah
Anda lebih suka mesin atau manusia? Apakah Anda lebih kuat di pilihan ganda
atau isian?).
Langkah pertama yang harus Anda lakukan sekarang adalah:
1. Tentukan
tujuan utama Anda.
2. Cek
persyaratan institusi atau badan imigrasi terkait.
3. Ambil satu
tes simulasi gratis untuk TOEFL dan satu untuk IELTS secara online. Rasakan
sendiri mana yang terasa lebih nyaman bagi Anda.
Setelah Anda menentukan pilihan, fokuskan seluruh energi
latihan Anda pada satu tes saja. Jangan mencoba mempersiapkan keduanya secara
bersamaan—itu hanya akan membingungkan.
Semoga artikel ini menjawab kebingungan Anda! Di pelajaran
selanjutnya (Hari 74), kita akan membahas strategi menjawab soal Listening pada
tes-tes tersebut. Sampai jumpa!
#BelajarBahasaInggris #TOEFL #IELTS #Beasiswa
#StudiLuarNegeri #Imigrasi