Sunday, August 30, 2026

Mengenal Tes TOEFL dan IELTS (Apa Bedanya dan Mana yang Anda Butuhkan?)

 

Bingung memilih antara TOEFL dan IELTS? Artikel ini mengupas tuntas perbedaan kedua tes bahasa Inggris paling populer di dunia, mulai dari format, skor, aksen, hingga penerimaan institusi. Temukan panduan lengkap mana yang paling sesuai dengan kebutuhan studi, kerja, atau imigrasi Anda. Cocok untuk pembelajar level menengah yang ingin merencanakan langkah karir atau pendidikan internasional.

 

Minggu 10: Bahasa Inggris untuk Dunia Kerja & Akademik

Hari 73: Mengenal Tes TOEFL dan IELTS (Apa Bedanya dan Mana yang Anda Butuhkan?)

Selamat datang kembali di seri belajar bahasa Inggris kita! Pada pekan kesepuluh ini, kita sudah membahas cara melakukan presentasi singkat yang efektif di hari ke-72. Kini, di hari ke-73, kita akan membahas topik yang sangat krusial bagi siapa pun yang serius ingin melanjutkan studi ke luar negeri, bekerja di perusahaan multinasional, atau bahkan berimigrasi ke negara berbahasa Inggris.

Saya yakin Anda pernah mendengar dua kata ini: TOEFL dan IELTS. Keduanya adalah tes standardisasi kemampuan bahasa Inggris yang paling diakui secara global. Namun, banyak pembelajar yang bingung: "Apa sebenarnya perbedaan keduanya?" "Manakah yang lebih mudah?" "Manakah yang harus saya ambil?"

Kebingungan ini wajar terjadi. Meskipun tujuannya sama—mengukur kemampuan bahasa Inggris—TOEFL dan IELTS memiliki filosofi, format, dan pendekatan yang berbeda. Memilih tes yang salah bisa berakibat pada pemborosan waktu, uang, dan energi. Oleh karena itu, hari ini kita akan membedah keduanya secara mendalam, sehingga Anda bisa membuat keputusan yang tepat dan strategis.

Mari kita mulai perjalanan mengenal dua raksasa tes bahasa Inggris ini!

 

Apa Itu TOEFL dan IELTS? Sekilas Pengenalan

Sebelum masuk ke perbedaan, mari kita kenali dulu identitas masing-masing.

TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

  • Dikelola oleh ETS (Educational Testing Service) yang berbasis di Amerika Serikat.
  • Dirancang khusus untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik seseorang—seberapa siap Anda mengikuti perkuliahan atau program pendidikan di universitas berbahasa Inggris.
  • Dominan menggunakan Bahasa Inggris Amerika (American English), baik dari segi kosakata, ejaan, maupun aksen dalam materi listening.
  • Format yang paling populer saat ini adalah TOEFL iBT (Internet-Based Test).

IELTS (International English Language Testing System)

  • Dikelola bersama oleh British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English.
  • Dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris untuk tujuan studi, bekerja, dan tinggal di negara-negara berbahasa Inggris.
  • Menggunakan Bahasa Inggris Britania (British English) sebagai basis, namun tetap mengakomodasi variasi aksen lain (Amerika, Australia, Kanada) terutama di sesi listening.
  • Terdiri dari dua jenis: IELTS Academic (untuk studi dan profesi terdaftar) dan IELTS General Training (untuk imigrasi dan pengalaman kerja non-akademik).

 

Perbedaan Fundamental: American vs. British, dan Lainnya

Banyak orang hanya fokus pada perbedaan aksen, padahal perbedaan TOEFL dan IELTS jauh lebih dalam dari itu. Mari kita bedah dari berbagai aspek.

1. Format dan Durasi Tes

Aspek

TOEFL iBT

IELTS (Academic & General)

Durasi Total

Sekitar 3 jam (termasuk 10 menit istirahat)

Sekitar 2 jam 45 menit (tanpa istirahat)

Sesi Listening

36-56 menit. Mendengarkan ceramah akademik dan percakapan kampus. Hanya diputar sekali. Catatan diperbolehkan.

30 menit. 4 rekaman dengan beragam aksen (Britania, Australia, Amerika). Hanya diputar sekali. Catatan diperbolehkan.

Sesi Reading

54-72 menit. 3-4 teks akademik panjang. Pertanyaan pilihan ganda.

60 menit. 3 teks panjang (Academic) atau teks dari iklan/panduan (General Training). Beragam tipe soal (isian, benar/salah, pencocokan).

Sesi Writing

50 menit. 2 tugas: Integrasi (membaca+mendengar lalu menulis) dan Essay opini. Diketik di komputer.

60 menit. 2 tugas: Analisis grafik/data (Task 1) dan Essay opini (Task 2). Bisa memilih tulisan tangan atau diketik (tergantung lokasi).

Sesi Speaking

17 menit. Terpisah dari sesi lain. Dilakukan dengan mikrofon ke komputer (tidak ada pewawancara manusia). 4 tugas.

11-14 menit. Wawancara langsung satu-satu dengan examiner (face-to-face). 3 bagian: perkenalan, monolog pendek, dan diskusi dua arah.

2. Gaya Bahasa dan Aksen

Ini adalah perbedaan paling kentara. TOEFL sangat "Amerika." Teks bacaan menggunakan ejaan Amerika (color bukan colouranalyze bukan analyse), dan audio listening menggunakan aksen khas Amerika Serikat (terutama gaya kampus).

IELTS, di sisi lain, lebih "Britania" namun inklusif. Teks bacaan cenderung menggunakan ejaan Britania. Di sesi listening, Anda akan mendengar beragam aksen: aksen Inggris (British), Australia, Selandia Baru, dan juga Amerika. Ini menjadi tantangan tersendiri, tetapi juga melatih Anda untuk terbiasa dengan berbagai dialek dunia nyata.

3. Jenis Soal

  • TOEFL: Mayoritas soal berbentuk pilihan ganda (multiple choice). Ini adalah kabar baik bagi Anda yang terbiasa dengan ujian objektif. Namun, di sesi writing dan speaking, jawaban Anda akan direkam dan dinilai oleh kombinasi AI dan penguji manusia.
  • IELTS: Memiliki ragam tipe soal yang lebih variatif. Selain pilihan ganda, ada soal melengkapi kalimat, menjodohkan, memberi label diagram, dan menjawab pertanyaan singkat. Di sesi Reading, Anda bahkan akan menemukan soal True/False/Not Given yang terkenal menjebak karena membutuhkan pemahaman detail yang sangat teliti.

4. Sistem Penilaian (Skor)

  • TOEFL iBT: Skor berkisar antara 0 – 120. Setiap sesi (Reading, Listening, Speaking, Writing) bernilai 0-30, lalu dijumlahkan. Skor 100 ke atas umumnya dianggap sebagai nilai kompetitif untuk universitas top.
  • IELTS: Skor diberikan dalam bentuk Band Score dari 1 (Non-User) hingga 9 (Expert User). Nilai bisa dalam setengah poin (misal 6.5 atau 7.5). Untuk studi S2 di universitas ternama, biasanya dibutuhkan band 6.5 - 7.0. Untuk imigrasi (seperti Australia atau Kanada), biasanya dibutuhkan band 6.0 - 7.0 di masing-masing sesi.

 

Mana yang Lebih Sulit: TOEFL atau IELTS?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan klasik tanpa jawaban mutlak. Karena "sulit" itu subjektif. Namun, saya bisa memberikan panduan berdasarkan profil pembelajar:

Anda mungkin lebih cocok dengan TOEFL jika:

  • Anda lebih terbiasa dengan aksen dan kosakata Amerika.
  • Anda lebih nyaman menjawab soal pilihan ganda.
  • Anda jago mengetik cepat di komputer (karena semua sesi dilakukan di komputer).
  • Anda tidak terlalu percaya diri berbicara langsung dengan orang asing (karena Speaking TOEFL direkam ke komputer).

Anda mungkin lebih cocok dengan IELTS jika:

  • Anda lebih terbiasa dengan aksen Britania atau Australia.
  • Anda suka tantangan dengan variasi tipe soal.
  • Anda memiliki tulisan tangan yang rapi dan ingin menulis manual (opsional).
  • Anda lebih suka interaksi manusia dan merasa percaya diri saat berbicara langsung dengan examiner (karena IELTS Speaking face-to-face lebih terasa seperti percakapan alami).

Secara umum:

  • Listening: IELTS lebih sulit karena variasi aksen dan soal isian singkat. TOEFL lebih mudah karena pilihan ganda, meskipun ceramahnya panjang.
  • Reading: IELTS lebih sulit karena soal True/False/Not Given sangat membutuhkan ketelitian. TOEFL lebih lurus ke depan.
  • Writing: TOEFL lebih sulit karena tugas Integrated Writing meminta Anda menulis sambil menyimak dan membaca secara bersamaan (multitasking). IELTS Task 1 (deskripsi grafik) lebih teknis tetapi bisa dipelajari polanya.
  • Speaking: TOEFL lebih sulit karena Anda berbicara ke mesin tanpa umpan balik, dan waktu sangat ketat. IELTS terasa lebih alami karena ada interaksi tanya jawab dengan manusia.

 

Mana yang Anda Butuhkan? Panduan Memilih

Inilah pertanyaan paling penting. Jawabannya tergantung pada tujuan Anda. Jangan asal pilih! Berikut panduannya:

1. Untuk Studi (Kuliah/Pascasarjana)

  • Jika Anda ingin kuliah di Amerika Serikat atau Kanada: Mayoritas universitas di sana menerima TOEFL (bahkan lebih memilihnya) dan juga menerima IELTS. Namun, beberapa universitas top di AS memiliki preferensi pada TOEFL. Periksa situs web universitas tujuan Anda.
  • Jika Anda ingin kuliah di Inggris, Australia, Selandia Baru, atau Eropa: IELTS Academic adalah pilihan utama dan sangat umum diterima. Namun, TOEFL juga diterima di banyak institusi di sana.
  • Kesimpulan: Cek persyaratan universitas spesifik Anda. Jika tidak ada preferensi, pilih tes yang sesuai dengan kekuatan bahasa Inggris Anda (liat poin sebelumnya).

2. Untuk Bekerja atau Profesi Terdaftar

  • Jika Anda ingin bekerja di perusahaan global atau menjadi dokter/perawat di luar negeri: Biasanya IELTS Academic (untuk profesi terdaftar seperti medis) atau TOEFL (untuk beberapa perusahaan AS) diterima. Namun, untuk profesi seperti kedokteran di Inggris atau Australia, IELTS adalah standar emasnya.

3. Untuk Imigrasi

  • Ini adalah poin penentu! Untuk keperluan imigrasi ke:
    • Australia, Selandia Baru, atau Kanada: Hampir secara eksklusif membutuhkan IELTS General Training (bukan Academic).
    • Amerika Serikat atau Inggris (untuk visa): TOEFL atau IELTS Academic bisa digunakan, tetapi IELTS General Training adalah yang paling umum untuk visa imigrasi di banyak negara persemakmuran.
  • Catatan Penting: Jika Anda berimigrasi ke Australia melalui program SkillSelect, Anda harus mengambil IELTS atau salah satu tes yang disetujui (seperti PTE), tetapi IELTS General Training adalah yang paling populer. TOEFL tidak diterima untuk imigrasi Australia! Ini sangat penting.

 

Tips Mempersiapkan Diri untuk Kedua Tes

Apa pun tes yang Anda pilih, persiapan adalah kunci.

1.    Kenali Format Tes Secara Mendalam: Jangan pernah datang ke ruang ujian tanpa tahu persis bagaimana format soalnya. Unduh contoh soal gratis dari situs resmi ETS (untuk TOEFL) dan British Council/IDP (untuk IELTS).

2.    Latihan dengan Timer: Kedua tes ini dibatasi waktu dengan ketat. Biasakan diri Anda mengerjakan soal dalam tekanan waktu. Ini akan melatih kecepatan dan manajemen waktu Anda.

3.    Perbanyak Kosakata Akademik: Kedua tes menggunakan bahasa akademik. Bacalah artikel dari jurnal, majalah ilmiah populer (seperti National Geographic atau The Economist), dan tuliskan kata-kata baru.

4.    Latihan Mendengarkan dengan Berbagai Aksen: Untuk IELTS, biasakan mendengarkan podcast dari Inggris (BBC), Australia (ABC), dan Amerika (NPR). Untuk TOEFL, fokus pada podcast dan kuliah dari universitas AS.

5.    Perbaiki Kemampuan Mengetik (untuk TOEFL): Karena TOEFL iBT sepenuhnya berbasis komputer, kecepatan mengetik sangat memengaruhi skor Writing Anda.

6.    Ikuti Kelas Persiapan (Opsional): Jika anggaran memungkinkan, mengikuti kursus persiapan TOEFL atau IELTS bisa sangat membantu, terutama untuk mendapatkan umpan balik pada sesi Speaking dan Writing.

 

Kesimpulan: Tidak Ada yang "Lebih Baik", Hanya yang "Lebih Tepat"

Pada akhirnya, TOEFL dan IELTS adalah dua gerbang menuju kesempatan yang sama: dunia global. Tidak ada tes yang secara inheren "lebih baik" dari yang lain. Yang ada hanyalah tes yang "lebih tepat" untuk kebutuhan spesifik Anda.

Jangan terjebak dalam perdebatan "mana yang lebih mudah." Fokuslah pada tujuan Anda (studi di mana? kerja di mana? imigrasi ke mana?) dan kekuatan personal Anda (Apakah Anda lebih suka mesin atau manusia? Apakah Anda lebih kuat di pilihan ganda atau isian?).

Langkah pertama yang harus Anda lakukan sekarang adalah:

1.    Tentukan tujuan utama Anda.

2.    Cek persyaratan institusi atau badan imigrasi terkait.

3.    Ambil satu tes simulasi gratis untuk TOEFL dan satu untuk IELTS secara online. Rasakan sendiri mana yang terasa lebih nyaman bagi Anda.

Setelah Anda menentukan pilihan, fokuskan seluruh energi latihan Anda pada satu tes saja. Jangan mencoba mempersiapkan keduanya secara bersamaan—itu hanya akan membingungkan.

Semoga artikel ini menjawab kebingungan Anda! Di pelajaran selanjutnya (Hari 74), kita akan membahas strategi menjawab soal Listening pada tes-tes tersebut. Sampai jumpa!

#BelajarBahasaInggris #TOEFL #IELTS #Beasiswa #StudiLuarNegeri #Imigrasi

 

 

No comments:

Post a Comment

Mengenal Tes TOEFL dan IELTS (Apa Bedanya dan Mana yang Anda Butuhkan?)

  Bingung memilih antara TOEFL dan IELTS? Artikel ini mengupas tuntas perbedaan kedua tes bahasa Inggris paling populer di dunia, mulai dari...