Tuesday, November 11, 2025

Mastering Daily Interactions - Orders, Choices, and Feelings Lesson 13

Ordering with Would Like (Memesan dengan Would Like)

Halo, teman-teman pelajar! Selamat datang kembali di blog 
"Belajar Bahasa Inggris". Pada Lesson 13 ini, kita akan membahas empat topik percakapan yang sangat praktis dan sering digunakan dalam situasi sehari-hari, terutama di restoran, toko, dan interaksi sosial. Mari kita mulai!

Part 1: Ordering with "Would Like" (Memesan dengan "Would Like")

"Would like" adalah bentuk yang lebih sopan dan umum dibandingkan "want". Frasa ini digunakan untuk menyatakan keinginan, terutama saat memesan makanan/minuman atau menawarkan sesuatu.

Artinya: Ingin / Mau

Rumus:

·         (+) I/You/We/They/He/She + would like + [noun/to-infinitive]

·         (-) Subject + would not like + [noun/to-infinitive]

·         (?) Would + subject + like + [noun/to-infinitive]?

Bentuk singkat (contraction): I'd like, You'd like, He'd like, dll.

Contoh Penggunaan:

1.      Sebagai Pernyataan:

o    "I would like a cup of coffee." (Saya ingin secangkir kopi.)

o    "She 'd like to order the grilled chicken." (Dia ingin memesan ayam bakar.)

2.      Sebagai Pertanyaan (Untuk Menawarkan):

o    "Would you like some tea?" (Apakah Anda ingin teh?)

o    "What would you like to drink?" (Anda ingin minum apa?)

o    "Would you like to see the dessert menu?" (Apakah Anda ingin melihat menu pencuci mulut?)

3.      Sebagai Jawaban:

o    "Yes, I would." (Ya, saya ingin.)

o    "No, thank you. I would not like any dessert." (Tidak, terima kasih. Saya tidak ingin makanan penutup.)

Memesan dan Mengungkapkan Keinginan Menggunakan "Would Like"

Dalam percakapan sehari-hari, terutama saat berada di restoran, kafe, tempat belanja, atau situasi resmi, kita sering kali perlu menyampaikan keinginan dengan cara yang sopan dan santun. Dalam bahasa Inggris, frasa “would like” adalah pilihan yang paling tepat dan umum digunakan untuk tujuan tersebut. Frasa ini memiliki makna dasar “ingin” atau “mau”, namun tingkat kesopanannya jauh lebih tinggi dibandingkan kata kerja “want” yang terdengar lebih langsung dan terkadang terasa kurang halus jika digunakan kepada orang yang baru dikenal, pelayan, atau orang yang lebih tua.

Penggunaan “would like” tidak terbatas hanya untuk memesan makanan dan minuman saja, tetapi juga bisa dipakai untuk menyatakan keinginan secara umum, meminta sesuatu, maupun menawarkan sesuatu kepada orang lain. Berikut ini adalah penjelasan mendalam mengenai struktur kalimat, cara penggunaan, variasi percakapan, serta contoh-contoh nyata yang akan membantu Anda memahami dan menggunakannya dengan benar.

 

1. Pengertian dan Perbedaan dengan “Want”

Sebelum masuk ke struktur kalimat, penting untuk memahami mengapa kita memilih “would like” dibandingkan “want”.

·                     Would like: Bersifat sopan, santun, dan tidak memaksa. Digunakan dalam situasi resmi, semi-resmi, maupun interaksi kepada orang yang dihormati.

·                     Want: Bersifat langsung dan lugas. Biasanya digunakan di antara teman dekat, keluarga, atau situasi yang sangat santai. Jika diucapkan kepada orang yang tidak akrab, kalimat dengan “want” bisa dianggap kurang sopan.

Contoh perbandingan:

·                     Sopan: “I would like a glass of orange juice.” → Saya ingin segelas jus jeruk.

·                     ⚠️ Kurang sopan jika ke orang lain: “I want a glass of orange juice.” → Saya mau segelas jus jeruk.

 

2. Struktur atau Rumus Kalimat

“Would like” bersifat tetap dan tidak berubah bentuk mengikuti subjek kalimat, tidak seperti kata kerja biasa yang berubah menjadi bentuk ketiga untuk subjek orang ketiga tunggal. Berikut adalah rumus lengkapnya:

A. Kalimat Positif (Menyatakan Keinginan)

Subjek + would like + Kata Benda / Kata Kerja Bentuk Dasar + to

Bentuk singkatnya:

·                     I would like → I’d like

·                     You would like → You’d like

·                     He/She/It would like → He’d / She’d / It’d like

·                     We/They would like → We’d / They’d like

Contoh:

·                     Dengan kata benda:

o                  “I’d like a bowl of chicken soup.” → Saya ingin semangkuk sup ayam.

o                  “They would like two plates of fried rice.” → Mereka ingin dua piring nasi goreng.

·                     Dengan kata kerja (menyatakan ingin melakukan sesuatu):

o                  “She’d like to visit the new shopping mall.” → Dia ingin mengunjungi pusat perbelanjaan baru itu.

o                  “We would like to pay the bill now.” → Kami ingin membayar tagihannya sekarang.

B. Kalimat Negatif (Menyatakan Tidak Ingin)

Subjek + would not like + Kata Benda / Kata Kerja Bentuk Dasar + to

Bentuk singkatnya: would notwouldn’t

Contoh:

·                     “I wouldn’t like any sugar in my coffee.” → Saya tidak ingin gula di kopi saya.

·                     “He would not like to sit near the window.” → Dia tidak ingin duduk di dekat jendela.

·                     “We wouldn’t like extra chili sauce.” → Kami tidak ingin tambahan saus cabai.

C. Kalimat Tanya (Menanyakan atau Menawarkan)

Ada dua jenis kalimat tanya yang sering dipakai: tanya biasa dan tanya dengan kata tanya.

1. Kalimat Tanya Biasa

Would + Subjek + like + Kata Benda / Kata Kerja Bentuk Dasar + to?

Digunakan untuk menawarkan sesuatu kepada orang lain.

Contoh:

·                     “Would you like a glass of warm water?” → Apakah Anda ingin segelas air hangat?

·                     “Would they like to join us for dinner?” → Apakah mereka ingin bergabung dengan kami untuk makan malam?

·                     “Would she like some fresh fruit?” → Apakah dia ingin buah segar?

2. Kalimat Tanya Menggunakan Kata Tanya

Kata Tanya + would + Subjek + like + Kata Benda / Kata Kerja Bentuk Dasar + to?

Digunakan untuk menanyakan keinginan secara spesifik.

Contoh:

·                     “What would you like to eat?” → Apa yang ingin Anda makan?

·                     “Where would you like to sit?” → Di mana Anda ingin duduk?

·                     “How much sugar would you like?” → Berapa banyak gula yang Anda inginkan?

·                     “When would you like your order to be ready?” → Kapan pesanan Anda ingin disiapkan?

 

3. Penggunaan dalam Berbagai Situasi

Agar lebih jelas, berikut adalah pembagian penggunaan “would like” berdasarkan konteks percakapan sehari-hari, lengkap dengan banyak contoh:

A. Saat Memesan Makanan dan Minuman

Ini adalah situasi yang paling sering kita temui. Baik sebagai tamu maupun pelayan, frasa ini menjadi kunci percakapan yang sopan.

Contoh percakapan lengkap:

Pelayan: “Good evening, Sir/Madam. Welcome to our restaurant. Would you like to have a table inside or outside?”

(Selamat malam, Bapak/Ibu. Selamat datang di restoran kami. Apakah Anda ingin meja di dalam atau di luar?)

Tamu: “Good evening. We’d like a table near the window, please.”

(Selamat malam. Kami ingin meja di dekat jendela, ya.)

Pelayan: “Certainly. Here is the menu. What would you like to start with?”

(Tentu saja. Ini menunya. Apa yang ingin Anda pesan terlebih dahulu?)

Tamu: “First, I’d like a vegetable salad. For the main course, I would like the grilled fish with steamed rice.”

(Pertama, saya ingin salad sayur. Untuk hidangan utama, saya ingin ikan bakar dengan nasi putih.)

Pelayan: “Great choice. Would you like anything to drink?”

(Pilihan yang bagus. Apakah Anda ingin minum sesuatu?)

Tamu:I’d like a cup of hot tea without sugar, please.”

(Saya ingin secangkir teh panas tanpa gula.)

Pelayan: “Understood. Would you like to see the dessert menu later?”

(Mengerti. Apakah Anda ingin melihat menu pencuci mulut nanti?)

Tamu:No, thank you. We wouldn’t like any dessert today.”

(Tidak, terima kasih. Kami tidak ingin makanan penutup apa pun hari ini.)

Contoh kalimat tambahan saat memesan:

·                     “I’d like my steak well-done, please.” → Saya ingin daging sapi saya dimasak matang sepenuhnya.

·                     “Would you like extra sauce on the side?” → Apakah Anda ingin saus tambahan secara terpisah?

·                     “We would like to share one portion of french fries.” → Kami ingin berbagi satu porsi kentang goreng.

B. Saat Menawarkan Sesuatu kepada Orang Lain

Ketika kita ingin menawarkan makanan, minuman, bantuan, atau kesempatan kepada orang lain, kalimat tanya dengan “would like” adalah bentuk yang paling tepat.

Contoh:

·                     Menawarkan minuman:

Would you like a bottle of mineral water or a cold drink?”

(Apakah Anda ingin sebotol air mineral atau minuman dingin?)

·                     Menawarkan bantuan:

Would you like me to help you carry those bags?”

(Apakah Anda ingin saya membantu membawa tas-tas itu?)

·                     Menawarkan kesempatan:

Would you like to try our new special menu today?”

(Apakah Anda ingin mencoba menu spesial baru kami hari ini?)

Cara menjawab tawaran:

✅ Jawaban setuju:

·                     “Yes, please.” → Ya, silakan.

·                     “Yes, I would like that very much.” → Ya, saya sangat menginginkannya.

·                     “Sure, I’d like a little bit.” → Tentu, saya ingin sedikit saja.

❌ Jawaban menolak:

·                     “No, thank you.” → Tidak, terima kasih.

·                     “I wouldn’t like that, but thank you anyway.” → Saya tidak menginginkannya, tapi terima kasih atas perhatiannya.

·                     “Not for me, thanks.” → Tidak untuk saya, terima kasih.

C. Saat Mengungkapkan Keinginan Secara Umum

Selain untuk pesanan dan tawaran, “would like” juga bisa digunakan untuk menyampaikan apa yang kita inginkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti keinginan bepergian, memiliki sesuatu, atau melakukan aktivitas tertentu.

Contoh:

·                     “I would like to learn how to play the guitar next year.” → Saya ingin belajar memainkan gitar tahun depan.

·                     “She’d like a new laptop for her birthday present.” → Dia menginginkan laptop baru sebagai kado ulang tahunnya.

·                     “They would like to travel to Japan during the holiday.” → Mereka ingin berlibur ke Jepang saat liburan nanti.

·                     “We wouldn’t like to stay here longer than necessary.” → Kami tidak ingin tinggal di sini lebih lama dari yang diperlukan.

 

4. Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Agar tidak salah dalam penggunaannya, ingatlah aturan berikut ini:

1.            “Would” tidak berubah bentuk:

Meskipun subjeknya orang ketiga tunggal seperti he, she, it, kita tetap menulis would like, bukan woulds like atau likes.

❌ Salah: “He woulds like coffee.”

✅ Benar: “He would like coffee.”

2.            Penggunaan “some” dan “any”:

Dalam kalimat positif dan penawaran, biasanya kita gunakan some, sedangkan dalam kalimat negatif gunakan any.

o                  ✅ “I’d like some bread.” → Saya ingin sedikit roti.

o                  ✅ “Would you like some cookies?” → Apakah Anda ingin kue kering?

o                  ✅ “I wouldn’t like any bread.” → Saya tidak ingin roti sama sekali.

3.            Setelah “would like” bisa langsung diikuti kata benda atau kata kerja:

o                  Jika diikuti kata benda: langsung ditulis tanpa tambahan apa pun. Contoh: I’d like rice.

o                  Jika diikuti kata kerja: harus disisipkan kata to. Contoh: I’d like to eat rice.

 

5. Rangkuman Latihan Singkat

Berikut adalah beberapa kalimat untuk menguji pemahaman Anda:

1.            Ubah ke bentuk singkat: “I would like to order the seafood.”“I’d like to order the seafood.”

2.            Buat kalimat negatif: “She would like to sit here.”“She wouldn’t like to sit here.”

3.            Buat kalimat tanya: “You would like a glass of juice.”“Would you like a glass of juice?”

4.            Terjemahkan ke bahasa Inggris: “Kami ingin membayar dengan kartu kredit.” → “We would like to pay by credit card.”

 

Dengan menguasai penggunaan “would like”, Anda dapat berkomunikasi dengan lebih sopan dan percaya diri, terutama dalam situasi yang melibatkan layanan, jual beli, atau perkenalan. Latihlah penggunaannya dalam percakapan sederhana sehari-hari agar semakin terbiasa dan lancar menggunakannya.

 

Part 2: Questions with "Or" (Pertanyaan dengan "Or")

Pertanyaan ini disebut Alternative Questions karena memberikan pilihan kepada lawan bicara. Nada suara biasanya naik pada pilihan pertama dan turun pada pilihan kedua.

Pola: Would you like A or B?

Contoh Penggunaan:

1.      Memilih di Restoran:

o    "Would you like coffee or tea?" (Anda ingin kopi atau teh?)

o    "Do you want to pay with cash or credit card?" (Anda ingin bayar dengan tunai atau kartu kredit?)

2.      Kegiatan:

o    "Should we go to the cinema or stay at home?" (Haruskah kita pergi ke bioskop atau tinggal di rumah?)

o    "Did you go by train or by car?" (Kamu pergi dengan kereta atau mobil?)

Cara Menjawab:
Jawablah dengan langsung menyebutkan pilihannya.

·         "I'd like tea, please." (Saya ingin teh.)

·         "We want to stay at home." (Kami ingin tinggal di rumah.)

 

Pertanyaan Pilihan Menggunakan “Or”

(Alternative Questions)

Dalam percakapan sehari-hari, kita sering kali perlu memberikan dua atau lebih opsi kepada lawan bicara agar mereka dapat memilih salah satu yang paling sesuai dengan keinginan atau kebutuhannya. Dalam tata bahasa Inggris, jenis pertanyaan yang memberikan pilihan ini disebut Alternative Questions atau pertanyaan alternatif. Salah satu kata penghubung utama yang digunakan untuk menyusun pertanyaan semacam ini adalah kata “or”, yang artinya “atau”.

Pertanyaan dengan pola ini memiliki fungsi yang sangat luas, mulai dari menawarkan makanan dan minuman, menentukan cara pembayaran, memilih tempat tujuan, hingga memutuskan jenis kegiatan yang akan dilakukan. Berbeda dengan pertanyaan tanya jawab biasa yang dijawab dengan “ya” atau “tidak”, pertanyaan pilihan mengharuskan kita menjawab dengan menyebutkan secara langsung opsi yang dipilih.

Berikut ini adalah penjelasan mendalam mengenai pengertian, aturan penulisan, cara pengucapan, struktur kalimat, serta berbagai contoh penggunaan dalam berbagai situasi sehari-hari.

 

1. Pengertian dan Ciri Utama Pertanyaan dengan “Or”

Alternative Questions adalah pertanyaan yang diajukan untuk memberikan kesempatan kepada lawan bicara memilih satu dari dua atau lebih kemungkinan yang ditawarkan. Kata kunci pembeda jenis pertanyaan ini adalah kehadiran kata penghubung “or” yang memisahkan antara satu pilihan dengan pilihan lainnya.

Ciri khasnya meliputi:

·                     Tidak bisa dijawab hanya dengan jawaban singkat seperti “Yes” atau “No”. Jawaban harus berupa penyebutan salah satu opsi.

·                     Dalam cara pengucapan, terdapat pola nada suara yang khas: nada suara naik pada akhir pilihan pertama, dan nada suara turun secara bertahap pada akhir pilihan terakhir. Hal ini membantu lawan bicara memahami dengan jelas di mana batas setiap pilihan dan kapan pertanyaan selesai.

·                     Bisa dikombinasikan dengan berbagai pola kalimat, terutama yang menggunakan kata bantu seperti Would, Do, Should, Can, Did, Is, Are, dan sebagainya.

Contoh perbandingan jenis pertanyaan:

·                     Pertanyaan Biasa: “Would you like coffee?” → Dijawab: “Yes, I would” atau “No, thanks”.

·                     Pertanyaan Pilihan: “Would you like coffee or tea?” → Dijawab: “I’d like tea, please”.

 

2. Struktur dan Pola Dasar Kalimat

Pertanyaan pilihan dengan “or” dapat dibentuk menggunakan berbagai struktur kalimat, tergantung konteks dan waktu kejadiannya. Berikut adalah pola-pola yang paling sering digunakan, terutama yang berkaitan erat dengan materi sebelumnya yaitu penggunaan “Would like”:

A. Pola Menggunakan “Would Like”

Pola ini adalah yang paling umum digunakan dalam situasi sopan, seperti saat memesan, menawarkan, atau bertanya tentang keinginan seseorang.

Rumus:

Would + Subject + like + Pilihan A + or + Pilihan B?

Artinya:

Apakah Anda ingin A atau B?

Penjelasan:

Bagian pilihan A dan B bisa berupa kata benda (makanan, barang, tempat) atau frasa kerja (kegiatan yang ingin dilakukan).

 

B. Pola Menggunakan Kata Kerja Bantu Lainnya

Selain “Would”, kata penghubung “or” juga dapat dipasangkan dengan kata kerja bantu lain untuk menyesuaikan situasi dan waktu, misalnya:

1.            Menggunakan Do / Does / Did

Do/Does/Did + Subject + Kata Kerja Dasar + Pilihan A + or + Pilihan B?

Digunakan untuk kebiasaan, kejadian saat ini, atau kejadian di masa lampau.

2.            Menggunakan Should / Can / Will

Should/Can/Will + Subject + Kata Kerja Dasar + Pilihan A + or + Pilihan B?

Digunakan untuk memberikan saran, menanyakan kemampuan, atau menyampaikan rencana.

3.            Menggunakan To Be (Is / Are / Was / Were)

Is/Are/Was/Were + Subject + Kata Sifat / Kata Benda + Pilihan A + or + Pilihan B?

Digunakan untuk menanyakan keadaan, sifat, atau kepemilikan.

 

3. Contoh Penggunaan Berdasarkan Situasi

Agar lebih mudah dipahami dan diterapkan, berikut adalah pembagian contoh penggunaan pertanyaan dengan “or” dalam berbagai aktivitas sehari-hari, lengkap dengan percakapan singkat dan cara menjawabnya.

A. Situasi di Restoran, Kafe, dan Tempat Makan

Ini adalah konteks yang paling sering ditemui, sejalan dengan materi sebelumnya tentang memesan makanan. Pola ini membantu pelayan atau tuan rumah memberikan opsi yang jelas kepada tamu.

Contoh Kalimat:

·                     “Would you like fried rice or steamed rice?”

→ Apakah Anda ingin nasi goreng atau nasi putih?

·                     “Would you like your steak well-done or medium?”

→ Apakah Anda ingin daging sapi yang dimasak matang sepenuhnya atau setengah matang?

·                     “Would you like ice in your drink or without ice?”

→ Apakah Anda ingin minuman dengan es atau tanpa es?

·                     “Would you like to have soup first or salad first?”

→ Apakah Anda ingin memulai dengan sup atau dengan salad?

·                     “Do you want to order now or wait for a while?”

→ Apakah Anda ingin memesan sekarang atau menunggu sebentar?

Contoh Percakapan Lengkap:

Pelayan: “Good afternoon, Sir. Would you like a table inside or outside the room?”

(Selamat siang, Pak. Apakah Anda ingin meja di dalam ruangan atau di luar?)

Tamu: “I’d prefer outside, please.”

(Saya lebih suka yang di luar, ya.)

Pelayan: “Here is the menu. Would you like to start with a hot drink or a cold drink?”

(Ini menunya. Apakah Anda ingin memulai dengan minuman panas atau dingin?)

Tamu: “A cup of hot chocolate, please.”

(Segelas cokelat panas, ya.)

Pelayan: “Certainly. Would you like sugar or honey to sweeten it?”

(Baiklah. Apakah Anda ingin menggunakan gula atau madu untuk pemanisnya?)

Tamu: “Just a little sugar, thank you.”

(Cukup sedikit gula saja, terima kasih.)

Pelayan: “And for payment later, **will you pay by cash or credit card?”

(Untuk pembayarannya nanti, apakah Anda akan membayar dengan tunai atau kartu kredit?)

Tamu: “I will pay with my debit card.”

(Saya akan membayar dengan kartu debit saya.)

 

B. Memilih Jenis Kegiatan dan Rencana

Pertanyaan pilihan juga sangat berguna saat kita ingin merencanakan aktivitas bersama teman, keluarga, atau rekan kerja. Polanya bisa menggunakan kata kerja bantu seperti Would, Should, Will, dan sebagainya.

Contoh Kalimat:

·                     “Would you like to watch a movie or listen to music this evening?”

→ Apakah kamu ingin menonton film atau mendengarkan musik malam ini?

·                     “Should we go to the beach or visit the museum this weekend?”

→ Haruskah kita pergi ke pantai atau mengunjungi museum akhir pekan ini?

·                     “Do you prefer to travel by bus or by train?”

→ Apakah kamu lebih suka bepergian dengan bus atau kereta api?

·                     “Will you do your homework now or after dinner?”

→ Apakah kamu akan mengerjakan PR sekarang atau setelah makan malam?

·                     “Did you come here by motorcycle or by bicycle?”

→ Apakah kamu datang ke sini dengan sepeda motor atau sepeda?

Contoh Percakapan:

Andi: “Hi Budi, tomorrow is holiday. Would you like to play football or swim in the pool?”

(Hai Budi, besok hari libur. Apakah kamu ingin bermain sepak bola atau berenang di kolam?)

Budi: “I’d like to swim, because it is very hot today.”

(Saya ingin berenang, karena cuaca sedang sangat panas.)

Andi: “Alright. **Should we leave early in the morning or in the afternoon?”

(Baiklah. Haruskah kita berangkat pagi-pagi sekali atau sore hari?)

Budi: “Let’s go in the afternoon, so we can sleep longer.”

(Mari kita pergi sore hari saja, supaya bisa tidur lebih lama.)

Andi: “Okay. **Will you bring your own towel or borrow one there?”

(Baik. Apakah kamu akan membawa handuk sendiri atau menyewa di sana?)

Budi: “I will bring my own towel.”

(Saya akan membawa handuk sendiri.)

 

C. Memilih Barang, Tempat, atau Kondisi

Selain makanan dan kegiatan, pertanyaan pilihan juga sering digunakan untuk menanyakan preferensi terkait barang yang dibeli, tempat yang dituju, atau keadaan suatu hal.

Contoh Kalimat:

·                     “Would you like this red shirt or the blue one?”

→ Apakah Anda ingin kemeja warna merah ini atau yang berwarna biru?

·                     “Do you want to stay in a hotel or rent a house for the vacation?”

→ Apakah kamu ingin menginap di hotel atau menyewa rumah selama liburan?

·                     “Is your bag made of leather or canvas?”

→ Apakah tasmu terbuat dari kulit atau kain kanvas?

·                     “Would you like to sit near the window or near the aisle?”

→ Apakah Anda ingin duduk di dekat jendela atau di dekat lorong?

·                     “Do you want the small size or the large size?”

→ Apakah kamu ingin ukuran yang kecil atau yang besar?

 

4. Cara Menjawab Pertanyaan Pilihan

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jawaban atas pertanyaan jenis ini tidak bisa sekadar “Ya” atau “Tidak”. Anda harus menyebutkan salah satu opsi yang tersedia. Jawaban bisa dibuat secara singkat atau lebih lengkap agar terdengar lebih sopan.

Bentuk Jawaban Singkat:

·                     “Coffee, please.” → Kopi, ya.

·                     “By car.” → Dengan mobil.

·                     “Inside.” → Di dalam.

Bentuk Jawaban Lengkap dan Sopan:

·                     Menggunakan pola “Would like”:

o                  “I’d like tea, thank you.” → Saya ingin teh, terima kasih.

o                  “We would like to stay at home.” → Kami ingin tinggal di rumah.

·                     Menggunakan pola lain sesuai pertanyaan:

o                  “I usually pay with cash.” → Saya biasanya membayar dengan tunai.

o                  “We should go to the cinema.” → Sebaiknya kita pergi ke bioskop.

o                  “I came here by bus.” → Saya datang ke sini dengan bus.

Bagaimana jika ingin memilih keduanya atau tidak memilih keduanya?

Terkadang situasi memungkinkan kita ingin mengambil kedua pilihan atau bahkan menolak keduanya. Berikut adalah cara mengungkapkannya:

·                     Ingin keduanya: Gunakan frasa “Both, please”.

Contoh: “Would you like bread or cake?”“Both, please.”

·                     Tidak ingin keduanya: Gunakan frasa “Neither, thank you” atau jelaskan keinginan lain.

Contoh: “Would you like juice or soda?”“Neither, thank you. I’d like water instead.”

 

5. Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Agar penggunaan pertanyaan dengan “or” menjadi tepat dan benar, perhatikanlah aturan berikut ini:

1.            Kesesuaian pilihan: Pilihan yang diberikan harus setara jenisnya. Jangan mencampur jenis kata atau makna yang berbeda.

o                  ❌ Salah: “Would you like coffee or to swim?”

o                  ✅ Benar: “Would you like coffee or tea?” / “Would you like to swim or to run?”

2.            Penggunaan kata “some”: Jika pilihan berupa jumlah yang tidak tentu, kata “some” bisa diletakkan sebelum pilihan pertama dan bisa diulang atau tidak diulang pada pilihan kedua.

o                  “Would you like some rice or (some) noodles?”

3.            Posisi “or”: Kata “or” selalu diletakkan tepat di antara dua pilihan untuk memisahkannya dengan jelas.

4.            Intonasi suara: Saat berbicara, naikkan nada suara pada akhir pilihan pertama dan turunkan nada pada akhir pilihan terakhir agar pendengar paham bahwa itu adalah dua pilihan yang terpisah.

 

6. Latihan Penerapan

Untuk menguji pemahaman Anda, cobalah ubah kalimat biasa berikut menjadi pertanyaan pilihan menggunakan “or”:

1.            Anda ingin daging sapi / ayam.

Would you like beef or chicken?

2.            Kita pergi naik pesawat / kapal laut.

Should we go by plane or by ship?

3.            Dia membayar dengan uang tunai / kartu.

Does he pay with cash or card?

4.            Kamu ingin melihat film sekarang / nanti malam.

Would you like to watch the movie now or later tonight?

5.            Mereka tinggal di kota / di desa.

Do they live in the city or in the village?

 

Menguasai pola pertanyaan dengan “or” akan membuat percakapan Anda menjadi lebih terarah, jelas, dan sopan. Pola ini melengkapi materi sebelumnya tentang “Would Like”, sehingga Anda sudah memiliki dasar yang kuat untuk berkomunikasi dalam situasi layanan, tawaran, dan perencanaan kegiatan. Semakin sering Anda melatihnya dalam percakapan sederhana, semakin lancar pula Anda menggunakannya secara alami.

 

Part 3: Expressing Satisfaction and Dissatisfaction (Mengekspresikan Kepuasan dan Ketidakpuasan)

Bagaimana cara menyatakan puas atau tidak puas dengan layanan, makanan, atau suatu produk?

A. Satisfaction (Kepuasan)

·         It's/That's great! (Ini hebat!)

·         It's/That's wonderful! (Ini luar biasa!)

·         It's/That's perfect! (Ini sempurna!)

·         I'm (very) satisfied with... (Saya (sangat) puas dengan...)

o    Contoh: "I'm very satisfied with the service here." (Saya sangat puas dengan pelayanan di sini.)

·         This is exactly what I wanted. (Ini persis yang saya inginkan.)

·         Everything was delicious/excellent. (Semuanya enak/luar biasa.)

B. Dissatisfaction (Ketidakpuasan)

·         I'm not happy with this. (Saya tidak senang dengan ini.)

·         This is not what I expected. (Ini bukan yang saya harapkan.)

·         I'm disappointed with... (Saya kecewa dengan...)

o    Contoh: "I'm disappointed with the quality." (Saya kecewa dengan kualitasnya.)

·         The [food] is too [salty/cold]. ([Makanan]nya terlalu [asin/dingin].)

·         This is unsatisfactory. (Ini tidak memuaskan.)

 

Part 4: Polite Request (Permintaan Sopan)

Digunakan untuk meminta bantuan atau meminta seseorang melakukan sesuatu dengan sopan.

1. Menggunakan "Can you...?" / "Could you...?"

·         "Can you help me with this?" (Bisakah kamu membantu saya dengan ini?) - Informal

·         "Could you pass me the salt, please?" (Bisakah Anda memberikan garam kepada saya?) - Lebih Sopan

2. Menggunakan "Would you mind...?"

·         Pola: Would you mind + verb-ing?

·         "Would you mind closing the window?" (Apakah Anda keberatan menutup jendelanya?)

·         "Would you mind speaking more slowly?" (Apakah Anda keberatan berbicara lebih pelan?)

Catatan: Untuk menjawab "Would you mind...?", jika Anda setuju (tidak keberatan), jawablah:

·         "No, not at all." (Tidak, sama sekali tidak.)

·         "Of course not." (Tentu saja tidak.)

 

Contoh Dialog di Restoran

Waiter: Good evening. Are you ready to order?
You: Yes. I'd like the steak, please.
Waiter: Certainly. Would you like mashed potatoes or french fries with that?
You: Mashed potatoes, please.
Waiter: Okay. And would you like a drink?
You: Could you bring me a glass of water?
(After the meal...)
Waiter: How is everything?
You: It's perfect! The steak was wonderful. I'm very satisfied.
(At the end...)
You: Would you mind bringing the bill, please?
Waiter: Not at all. I'll get it for you right away.

 

Let's Practice! (Ayo Berlatih!)

A. Lengkapi kalimat dengan "would like" atau "or":

1.      I ______ to have a sandwich.

2.      ______ you ______ some water?

3.      Do you want the red shirt ______ the blue one?

B. Terjemahkan percakapan singkat ini:
Pelayan: "Apakah Anda ingin sup atau salad?"
Anda: "Saya ingin salad."
Pelayan: "Baik. Apakah Anda ingin memesan makanan penutup?"
Anda: "Tidak, terima kasih. Bisa tolong bawakan bonnya? Semuanya sangat enak."

Jawaban:
A: 1. would like | 2. Would, like | 3. or
B:
Waiter: "Would you like soup or salad?"
You: "I'd like the salad."
Waiter: "Alright. Would you like to order dessert?"
You: "No, thank you. Could you bring the bill, please? Everything was delicious."

 

Semoga Lesson 13 ini membuat percakapan bahasa Inggris Anda semakin lancar dan sopan! Would you like to practice more on our blog? Stay tuned for the next lesson at "Belajar Bahasa Inggris"

No comments:

Post a Comment

Tips Belajar Lewat Hiburan - Hari 52: Belajar Bahasa Inggris Lewat Lagu (Rekomendasi Lagu dan Bedah Liriknya)

  Hari ke-52 dari 100 hari belajar bahasa Inggris: temukan cara menyenangkan belajar melalui musik! Pelajari 3 rekomendasi lagu populer deng...