Halo, teman-teman pelajar! Selamat datang kembali di blog "Belajar Bahasa Inggris". Pada Lesson 13 ini, kita akan membahas empat topik percakapan yang sangat praktis dan sering digunakan dalam situasi sehari-hari, terutama di restoran, toko, dan interaksi sosial. Mari kita mulai!
Part 1: Ordering with "Would Like" (Memesan dengan "Would Like")
"Would like" adalah bentuk yang lebih sopan dan
umum dibandingkan "want". Frasa ini digunakan untuk menyatakan keinginan, terutama saat
memesan makanan/minuman atau menawarkan sesuatu.
Artinya: Ingin / Mau
Rumus:
·
(+) I/You/We/They/He/She + would like + [noun/to-infinitive]
·
(-) Subject + would not like + [noun/to-infinitive]
·
(?) Would + subject + like + [noun/to-infinitive]?
Bentuk singkat
(contraction): I'd like, You'd like, He'd like, dll.
Contoh Penggunaan:
1.
Sebagai Pernyataan:
o "I would like a cup of
coffee." (Saya ingin secangkir kopi.)
o "She 'd like to order the
grilled chicken." (Dia ingin memesan ayam bakar.)
2.
Sebagai Pertanyaan (Untuk Menawarkan):
o "Would you like some tea?"
(Apakah Anda ingin teh?)
o "What would you like to drink?"
(Anda ingin minum apa?)
o "Would you like to see the dessert
menu?" (Apakah Anda ingin melihat menu pencuci mulut?)
3.
Sebagai Jawaban:
o "Yes, I would." (Ya, saya
ingin.)
o "No, thank you. I would not like any dessert." (Tidak, terima kasih. Saya tidak ingin makanan penutup.)
Memesan dan Mengungkapkan Keinginan Menggunakan "Would Like"
Dalam percakapan sehari-hari, terutama saat berada di restoran,
kafe, tempat belanja, atau situasi resmi, kita sering kali perlu menyampaikan
keinginan dengan cara yang sopan dan santun. Dalam bahasa Inggris, frasa “would like” adalah pilihan yang paling tepat
dan umum digunakan untuk tujuan tersebut. Frasa ini memiliki makna dasar “ingin” atau “mau”, namun tingkat kesopanannya jauh
lebih tinggi dibandingkan kata kerja “want” yang terdengar lebih langsung dan
terkadang terasa kurang halus jika digunakan kepada orang yang baru dikenal,
pelayan, atau orang yang lebih tua.
Penggunaan “would like” tidak terbatas hanya untuk memesan makanan
dan minuman saja, tetapi juga bisa dipakai untuk menyatakan keinginan secara
umum, meminta sesuatu, maupun menawarkan sesuatu kepada orang lain. Berikut ini
adalah penjelasan mendalam mengenai struktur kalimat, cara penggunaan, variasi
percakapan, serta contoh-contoh nyata yang akan membantu Anda memahami dan
menggunakannya dengan benar.
1. Pengertian dan
Perbedaan dengan “Want”
Sebelum masuk ke struktur kalimat, penting untuk memahami mengapa
kita memilih “would like” dibandingkan “want”.
·
Would like: Bersifat sopan, santun, dan tidak memaksa. Digunakan
dalam situasi resmi, semi-resmi, maupun interaksi kepada orang yang dihormati.
·
Want: Bersifat langsung dan lugas. Biasanya digunakan di
antara teman dekat, keluarga, atau situasi yang sangat santai. Jika diucapkan
kepada orang yang tidak akrab, kalimat dengan “want” bisa dianggap kurang
sopan.
Contoh perbandingan:
·
✅ Sopan:
“I would like a glass of orange juice.” → Saya
ingin segelas jus jeruk.
·
⚠️ Kurang
sopan jika ke orang lain: “I want a glass of orange juice.” → Saya mau
segelas jus jeruk.
2. Struktur atau Rumus
Kalimat
“Would like” bersifat tetap dan tidak berubah bentuk mengikuti
subjek kalimat, tidak seperti kata kerja biasa yang berubah menjadi bentuk
ketiga untuk subjek orang ketiga tunggal. Berikut adalah rumus lengkapnya:
A. Kalimat Positif
(Menyatakan Keinginan)
Subjek + would like + Kata Benda / Kata Kerja
Bentuk Dasar + to
Bentuk singkatnya:
·
I would like → I’d like
·
You would like → You’d like
·
He/She/It would like → He’d / She’d / It’d like
·
We/They would like → We’d / They’d like
Contoh:
·
Dengan kata benda:
o
“I’d like a bowl of chicken soup.” → Saya ingin semangkuk
sup ayam.
o
“They would like two plates of fried rice.” → Mereka ingin dua piring
nasi goreng.
·
Dengan kata kerja (menyatakan ingin melakukan sesuatu):
o
“She’d like to visit the new shopping mall.” → Dia ingin mengunjungi
pusat perbelanjaan baru itu.
o
“We would like to pay the bill now.” → Kami ingin membayar
tagihannya sekarang.
B. Kalimat Negatif
(Menyatakan Tidak Ingin)
Subjek + would not like + Kata Benda / Kata
Kerja Bentuk Dasar + to
Bentuk singkatnya: would
not → wouldn’t
Contoh:
·
“I wouldn’t like any sugar in my coffee.” → Saya tidak ingin gula
di kopi saya.
·
“He would not like to sit near the window.” → Dia tidak ingin duduk
di dekat jendela.
·
“We wouldn’t like extra chili sauce.” → Kami tidak ingin
tambahan saus cabai.
C. Kalimat Tanya
(Menanyakan atau Menawarkan)
Ada dua jenis kalimat tanya yang sering dipakai: tanya biasa dan
tanya dengan kata tanya.
1. Kalimat Tanya Biasa
Would + Subjek + like + Kata Benda / Kata Kerja
Bentuk Dasar + to?
Digunakan untuk menawarkan sesuatu kepada orang lain.
Contoh:
·
“Would you like a glass of warm water?” → Apakah Anda ingin
segelas air hangat?
·
“Would they like to join us for dinner?” → Apakah mereka ingin
bergabung dengan kami untuk makan malam?
·
“Would she like some fresh fruit?” → Apakah dia ingin buah
segar?
2. Kalimat Tanya Menggunakan Kata Tanya
Kata Tanya + would + Subjek + like + Kata Benda
/ Kata Kerja Bentuk Dasar + to?
Digunakan untuk menanyakan keinginan secara spesifik.
Contoh:
·
“What would you like to eat?” → Apa yang ingin Anda makan?
·
“Where would you like to sit?” → Di mana Anda ingin duduk?
·
“How much sugar would you like?” → Berapa banyak gula yang
Anda inginkan?
·
“When would you like your order to be ready?” → Kapan pesanan Anda
ingin disiapkan?
3. Penggunaan dalam
Berbagai Situasi
Agar lebih jelas, berikut adalah pembagian penggunaan “would like”
berdasarkan konteks percakapan sehari-hari, lengkap dengan banyak contoh:
A. Saat Memesan Makanan
dan Minuman
Ini adalah situasi yang paling sering kita temui. Baik sebagai
tamu maupun pelayan, frasa ini menjadi kunci percakapan yang sopan.
Contoh percakapan lengkap:
Pelayan: “Good evening, Sir/Madam. Welcome to our
restaurant. Would you like to have a table inside or
outside?”
(Selamat malam, Bapak/Ibu. Selamat datang di restoran kami. Apakah
Anda ingin meja di dalam atau di luar?)
Tamu: “Good evening. We’d like a table near the window, please.”
(Selamat malam. Kami ingin meja di dekat jendela, ya.)
Pelayan: “Certainly. Here is the menu. What would you like to start with?”
(Tentu saja. Ini menunya. Apa yang ingin Anda pesan terlebih
dahulu?)
Tamu: “First, I’d like a vegetable salad. For the main
course, I would like the grilled fish with steamed
rice.”
(Pertama, saya ingin salad sayur. Untuk hidangan utama, saya ingin
ikan bakar dengan nasi putih.)
Pelayan: “Great choice. Would you like anything to drink?”
(Pilihan yang bagus. Apakah Anda ingin minum sesuatu?)
Tamu: “I’d like a cup of hot tea without sugar,
please.”
(Saya ingin secangkir teh panas tanpa gula.)
Pelayan: “Understood. Would you like to see the dessert menu
later?”
(Mengerti. Apakah Anda ingin melihat menu pencuci mulut nanti?)
Tamu: “No, thank you. We wouldn’t like any dessert
today.”
(Tidak, terima kasih. Kami tidak ingin makanan penutup apa pun
hari ini.)
Contoh kalimat tambahan saat memesan:
·
“I’d like my steak well-done, please.” → Saya ingin daging sapi
saya dimasak matang sepenuhnya.
·
“Would you like extra sauce on the side?” → Apakah Anda ingin saus
tambahan secara terpisah?
·
“We would like to share one portion of french fries.” → Kami ingin berbagi satu
porsi kentang goreng.
B. Saat Menawarkan Sesuatu
kepada Orang Lain
Ketika kita ingin menawarkan makanan, minuman, bantuan, atau
kesempatan kepada orang lain, kalimat tanya dengan “would like” adalah bentuk
yang paling tepat.
Contoh:
·
Menawarkan minuman:
“Would you like a bottle of mineral water or
a cold drink?”
(Apakah Anda ingin sebotol air mineral atau minuman dingin?)
·
Menawarkan bantuan:
“Would you like me to help you carry those
bags?”
(Apakah Anda ingin saya membantu membawa tas-tas itu?)
·
Menawarkan kesempatan:
“Would you like to try our new special menu
today?”
(Apakah Anda ingin mencoba menu spesial baru kami hari ini?)
Cara menjawab tawaran:
✅ Jawaban setuju:
·
“Yes, please.” → Ya, silakan.
·
“Yes, I would like that very much.” → Ya, saya sangat
menginginkannya.
·
“Sure, I’d like a little bit.” → Tentu, saya ingin sedikit saja.
❌ Jawaban menolak:
·
“No, thank you.” → Tidak, terima kasih.
·
“I wouldn’t like that, but thank you anyway.” → Saya tidak
menginginkannya, tapi terima kasih atas perhatiannya.
·
“Not for me, thanks.” → Tidak untuk saya, terima kasih.
C. Saat Mengungkapkan
Keinginan Secara Umum
Selain untuk pesanan dan tawaran, “would like” juga bisa digunakan
untuk menyampaikan apa yang kita inginkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti
keinginan bepergian, memiliki sesuatu, atau melakukan aktivitas tertentu.
Contoh:
·
“I would like to learn how to play the guitar next year.” → Saya ingin belajar
memainkan gitar tahun depan.
·
“She’d like a new laptop for her birthday present.” → Dia menginginkan laptop
baru sebagai kado ulang tahunnya.
·
“They would like to travel to Japan during the holiday.” → Mereka ingin berlibur
ke Jepang saat liburan nanti.
·
“We wouldn’t like to stay here longer than necessary.” → Kami tidak ingin
tinggal di sini lebih lama dari yang diperlukan.
4. Hal Penting yang Perlu
Diperhatikan
Agar tidak salah dalam penggunaannya, ingatlah aturan berikut ini:
1.
“Would” tidak berubah bentuk:
Meskipun subjeknya orang ketiga tunggal seperti he,
she, it, kita tetap menulis would
like, bukan woulds
like atau likes.
❌ Salah: “He woulds like coffee.”
✅ Benar: “He would like coffee.”
2.
Penggunaan “some” dan “any”:
Dalam kalimat positif dan penawaran, biasanya kita gunakan some, sedangkan dalam kalimat negatif
gunakan any.
o
✅ “I’d like some bread.” → Saya ingin sedikit roti.
o
✅ “Would you like some cookies?” → Apakah Anda ingin kue
kering?
o
✅ “I wouldn’t like any bread.” → Saya tidak ingin roti sama
sekali.
3.
Setelah “would like” bisa langsung diikuti kata
benda atau kata kerja:
o
Jika diikuti kata benda: langsung ditulis tanpa tambahan apa pun.
Contoh: I’d
like rice.
o
Jika diikuti kata kerja: harus disisipkan kata to. Contoh: I’d
like to eat rice.
5. Rangkuman Latihan
Singkat
Berikut adalah beberapa kalimat untuk menguji pemahaman Anda:
1.
Ubah ke bentuk singkat: “I
would like to order the seafood.” → “I’d like to order the seafood.”
2.
Buat kalimat negatif: “She
would like to sit here.” → “She wouldn’t like to sit here.”
3.
Buat kalimat tanya: “You
would like a glass of juice.” → “Would you like a glass of juice?”
4.
Terjemahkan ke bahasa Inggris: “Kami ingin membayar dengan kartu
kredit.” → “We would like to pay by credit card.”
Dengan menguasai penggunaan “would like”, Anda dapat berkomunikasi
dengan lebih sopan dan percaya diri, terutama dalam situasi yang melibatkan
layanan, jual beli, atau perkenalan. Latihlah penggunaannya dalam percakapan
sederhana sehari-hari agar semakin terbiasa dan lancar menggunakannya.
Part 2: Questions with "Or" (Pertanyaan dengan
"Or")
Pertanyaan
ini disebut Alternative Questions karena memberikan pilihan kepada
lawan bicara. Nada suara biasanya naik pada pilihan pertama dan turun pada
pilihan kedua.
Pola: Would you like A or B?
Contoh Penggunaan:
1.
Memilih di Restoran:
o "Would you like coffee or tea?"
(Anda ingin kopi atau teh?)
o "Do you want to pay with
cash or credit card?" (Anda ingin bayar dengan tunai atau kartu kredit?)
2.
Kegiatan:
o "Should we go to the
cinema or stay at home?" (Haruskah kita pergi ke bioskop atau tinggal di
rumah?)
o "Did you go by
train or by car?" (Kamu pergi dengan kereta atau mobil?)
Cara Menjawab:
Jawablah dengan langsung menyebutkan pilihannya.
·
"I'd like tea, please." (Saya ingin teh.)
·
"We want to stay at home." (Kami ingin tinggal di
rumah.)
Pertanyaan Pilihan Menggunakan “Or”
(Alternative Questions)
Dalam percakapan sehari-hari, kita sering kali perlu memberikan
dua atau lebih opsi kepada lawan bicara agar mereka dapat memilih salah satu
yang paling sesuai dengan keinginan atau kebutuhannya. Dalam tata bahasa
Inggris, jenis pertanyaan yang memberikan pilihan ini disebut Alternative Questions atau pertanyaan
alternatif. Salah satu kata penghubung utama yang digunakan untuk menyusun
pertanyaan semacam ini adalah kata “or”, yang artinya “atau”.
Pertanyaan dengan pola ini memiliki fungsi yang sangat luas, mulai
dari menawarkan makanan dan minuman, menentukan cara pembayaran, memilih tempat
tujuan, hingga memutuskan jenis kegiatan yang akan dilakukan. Berbeda dengan
pertanyaan tanya jawab biasa yang dijawab dengan “ya” atau “tidak”, pertanyaan
pilihan mengharuskan kita menjawab dengan menyebutkan secara langsung opsi yang
dipilih.
Berikut ini adalah penjelasan mendalam mengenai pengertian, aturan
penulisan, cara pengucapan, struktur kalimat, serta berbagai contoh penggunaan
dalam berbagai situasi sehari-hari.
1. Pengertian dan Ciri
Utama Pertanyaan dengan “Or”
Alternative Questions adalah pertanyaan yang
diajukan untuk memberikan kesempatan kepada lawan bicara memilih satu dari dua
atau lebih kemungkinan yang ditawarkan. Kata kunci pembeda jenis pertanyaan ini
adalah kehadiran kata penghubung “or” yang memisahkan antara satu pilihan
dengan pilihan lainnya.
Ciri khasnya meliputi:
·
Tidak bisa dijawab hanya dengan jawaban singkat seperti “Yes”
atau “No”.
Jawaban harus berupa penyebutan salah satu opsi.
·
Dalam cara pengucapan, terdapat pola nada suara yang khas: nada suara naik pada akhir pilihan pertama, dan nada suara
turun secara bertahap pada akhir pilihan terakhir. Hal ini
membantu lawan bicara memahami dengan jelas di mana batas setiap pilihan dan
kapan pertanyaan selesai.
·
Bisa dikombinasikan dengan berbagai pola kalimat, terutama yang
menggunakan kata bantu seperti Would,
Do, Should, Can, Did, Is, Are, dan sebagainya.
Contoh perbandingan jenis
pertanyaan:
·
❌ Pertanyaan Biasa: “Would
you like coffee?” → Dijawab: “Yes,
I would” atau “No,
thanks”.
·
✅ Pertanyaan Pilihan: “Would
you like coffee or
tea?” → Dijawab: “I’d
like tea, please”.
2. Struktur dan Pola Dasar
Kalimat
Pertanyaan pilihan dengan “or” dapat dibentuk menggunakan berbagai
struktur kalimat, tergantung konteks dan waktu kejadiannya. Berikut adalah
pola-pola yang paling sering digunakan, terutama yang berkaitan erat dengan
materi sebelumnya yaitu penggunaan “Would
like”:
A. Pola Menggunakan “Would
Like”
Pola ini adalah yang paling umum digunakan dalam situasi sopan,
seperti saat memesan, menawarkan, atau bertanya tentang keinginan seseorang.
Rumus:
Would + Subject + like + Pilihan A + or +
Pilihan B?
Artinya:
Apakah Anda ingin A atau B?
Penjelasan:
Bagian pilihan A dan B bisa berupa kata benda (makanan, barang,
tempat) atau frasa kerja (kegiatan yang ingin dilakukan).
B. Pola Menggunakan Kata
Kerja Bantu Lainnya
Selain “Would”, kata penghubung “or” juga dapat dipasangkan dengan
kata kerja bantu lain untuk menyesuaikan situasi dan waktu, misalnya:
1.
Menggunakan Do / Does / Did
Do/Does/Did + Subject + Kata Kerja Dasar +
Pilihan A + or + Pilihan B?
Digunakan untuk kebiasaan, kejadian saat ini, atau kejadian di
masa lampau.
2.
Menggunakan Should / Can / Will
Should/Can/Will + Subject + Kata Kerja Dasar +
Pilihan A + or + Pilihan B?
Digunakan untuk memberikan saran, menanyakan kemampuan, atau
menyampaikan rencana.
3.
Menggunakan To Be (Is / Are / Was / Were)
Is/Are/Was/Were + Subject + Kata Sifat / Kata
Benda + Pilihan A + or + Pilihan B?
Digunakan untuk menanyakan keadaan, sifat, atau kepemilikan.
3. Contoh Penggunaan Berdasarkan
Situasi
Agar lebih mudah dipahami dan diterapkan, berikut adalah pembagian
contoh penggunaan pertanyaan dengan “or” dalam berbagai aktivitas sehari-hari,
lengkap dengan percakapan singkat dan cara menjawabnya.
A. Situasi di Restoran,
Kafe, dan Tempat Makan
Ini adalah konteks yang paling sering ditemui, sejalan dengan
materi sebelumnya tentang memesan makanan. Pola ini membantu pelayan atau tuan
rumah memberikan opsi yang jelas kepada tamu.
Contoh Kalimat:
·
“Would you like fried rice or steamed rice?”
→ Apakah Anda ingin nasi goreng atau nasi putih?
·
“Would you like your steak well-done or medium?”
→ Apakah Anda ingin daging sapi yang dimasak matang sepenuhnya
atau setengah matang?
·
“Would you like ice in your drink or without ice?”
→ Apakah Anda ingin minuman dengan es atau tanpa es?
·
“Would you like to have soup first or salad first?”
→ Apakah Anda ingin memulai dengan sup atau dengan salad?
·
“Do you want to order now or wait for a while?”
→ Apakah Anda ingin memesan sekarang atau menunggu sebentar?
Contoh Percakapan Lengkap:
Pelayan: “Good afternoon, Sir. Would you like a table inside or outside the room?”
(Selamat siang, Pak. Apakah Anda ingin meja di dalam ruangan atau
di luar?)
Tamu: “I’d prefer outside, please.”
(Saya lebih suka yang di luar, ya.)
Pelayan: “Here is the menu. Would you like to start with a hot drink or a cold drink?”
(Ini menunya. Apakah Anda ingin memulai dengan minuman panas atau
dingin?)
Tamu: “A cup of hot chocolate, please.”
(Segelas cokelat panas, ya.)
Pelayan: “Certainly. Would you like sugar or honey to sweeten it?”
(Baiklah. Apakah Anda ingin menggunakan gula atau madu untuk
pemanisnya?)
Tamu: “Just a little sugar, thank you.”
(Cukup sedikit gula saja, terima kasih.)
Pelayan: “And for payment later, **will you pay by
cash or credit card?”
(Untuk pembayarannya nanti, apakah Anda akan membayar dengan tunai
atau kartu kredit?)
Tamu: “I will pay with my debit card.”
(Saya akan membayar dengan kartu debit saya.)
B. Memilih Jenis Kegiatan
dan Rencana
Pertanyaan pilihan juga sangat berguna saat kita ingin
merencanakan aktivitas bersama teman, keluarga, atau rekan kerja. Polanya bisa
menggunakan kata kerja bantu seperti Would,
Should, Will, dan sebagainya.
Contoh Kalimat:
·
“Would you like to watch a movie or listen to music this
evening?”
→ Apakah kamu ingin menonton film atau mendengarkan musik malam
ini?
·
“Should we go to the beach or visit the museum this
weekend?”
→ Haruskah kita pergi ke pantai atau mengunjungi museum akhir
pekan ini?
·
“Do you prefer to travel by bus or by train?”
→ Apakah kamu lebih suka bepergian dengan bus atau kereta api?
·
“Will you do your homework now or after dinner?”
→ Apakah kamu akan mengerjakan PR sekarang atau setelah makan
malam?
·
“Did you come here by motorcycle or by bicycle?”
→ Apakah kamu datang ke sini dengan sepeda motor atau sepeda?
Contoh Percakapan:
Andi: “Hi Budi, tomorrow is holiday. Would you like to play football or swim in the pool?”
(Hai Budi, besok hari libur. Apakah kamu ingin bermain sepak bola
atau berenang di kolam?)
Budi: “I’d like to swim, because it is very hot
today.”
(Saya ingin berenang, karena cuaca sedang sangat panas.)
Andi: “Alright. **Should we leave early in the
morning or in the afternoon?”
(Baiklah. Haruskah kita berangkat pagi-pagi sekali atau sore
hari?)
Budi: “Let’s go in the afternoon, so we can sleep
longer.”
(Mari kita pergi sore hari saja, supaya bisa tidur lebih lama.)
Andi: “Okay. **Will you bring your own towel or borrow one there?”
(Baik. Apakah kamu akan membawa handuk sendiri atau menyewa di
sana?)
Budi: “I will bring my own towel.”
(Saya akan membawa handuk sendiri.)
C. Memilih Barang, Tempat,
atau Kondisi
Selain makanan dan kegiatan, pertanyaan pilihan juga sering
digunakan untuk menanyakan preferensi terkait barang yang dibeli, tempat yang
dituju, atau keadaan suatu hal.
Contoh Kalimat:
·
“Would you like this red shirt or the blue one?”
→ Apakah Anda ingin kemeja warna merah ini atau yang berwarna
biru?
·
“Do you want to stay in a hotel or rent a house for the
vacation?”
→ Apakah kamu ingin menginap di hotel atau menyewa rumah selama liburan?
·
“Is your bag made of leather or canvas?”
→ Apakah tasmu terbuat dari kulit atau kain kanvas?
·
“Would you like to sit near the window or near the aisle?”
→ Apakah Anda ingin duduk di dekat jendela atau di dekat lorong?
·
“Do you want the small size or the large size?”
→ Apakah kamu ingin ukuran yang kecil atau yang besar?
4. Cara Menjawab
Pertanyaan Pilihan
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jawaban atas pertanyaan
jenis ini tidak bisa sekadar “Ya” atau “Tidak”. Anda
harus menyebutkan salah satu opsi yang tersedia. Jawaban bisa dibuat secara
singkat atau lebih lengkap agar terdengar lebih sopan.
Bentuk Jawaban Singkat:
·
“Coffee, please.” → Kopi, ya.
·
“By car.” → Dengan mobil.
·
“Inside.” → Di dalam.
Bentuk Jawaban Lengkap dan
Sopan:
·
Menggunakan pola “Would
like”:
o
“I’d like tea, thank you.” → Saya ingin teh, terima kasih.
o
“We would like to stay at home.” → Kami ingin tinggal di
rumah.
·
Menggunakan pola lain sesuai pertanyaan:
o
“I usually pay with cash.” → Saya biasanya membayar dengan tunai.
o
“We should go to the cinema.” → Sebaiknya kita pergi ke bioskop.
o
“I came here by bus.” → Saya datang ke sini dengan bus.
Bagaimana jika ingin
memilih keduanya atau tidak memilih keduanya?
Terkadang situasi memungkinkan kita ingin mengambil kedua pilihan
atau bahkan menolak keduanya. Berikut adalah cara mengungkapkannya:
·
Ingin keduanya: Gunakan frasa “Both,
please”.
Contoh: “Would
you like bread or cake?” → “Both,
please.”
·
Tidak ingin keduanya: Gunakan frasa “Neither,
thank you” atau jelaskan keinginan lain.
Contoh: “Would
you like juice or soda?” → “Neither,
thank you. I’d like water instead.”
5. Hal Penting yang Perlu
Diperhatikan
Agar penggunaan pertanyaan dengan “or” menjadi tepat dan benar,
perhatikanlah aturan berikut ini:
1.
Kesesuaian pilihan: Pilihan yang diberikan
harus setara jenisnya. Jangan mencampur jenis kata atau makna yang berbeda.
o
❌ Salah: “Would
you like coffee or to swim?”
o
✅ Benar: “Would
you like coffee or tea?” / “Would
you like to swim or to run?”
2.
Penggunaan kata “some”: Jika pilihan berupa
jumlah yang tidak tentu, kata “some” bisa diletakkan sebelum pilihan pertama
dan bisa diulang atau tidak diulang pada pilihan kedua.
o
✅ “Would
you like some rice or (some) noodles?”
3.
Posisi “or”: Kata “or” selalu
diletakkan tepat di antara dua pilihan untuk memisahkannya dengan jelas.
4.
Intonasi suara: Saat berbicara, naikkan
nada suara pada akhir pilihan pertama dan turunkan nada pada akhir pilihan
terakhir agar pendengar paham bahwa itu adalah dua pilihan yang terpisah.
6. Latihan Penerapan
Untuk menguji pemahaman Anda, cobalah ubah kalimat biasa berikut
menjadi pertanyaan pilihan menggunakan “or”:
1.
Anda ingin daging sapi / ayam.
→ Would you like beef or chicken?
2.
Kita pergi naik pesawat / kapal laut.
→ Should we go by plane or by ship?
3.
Dia membayar dengan uang tunai / kartu.
→ Does he pay with cash or card?
4.
Kamu ingin melihat film sekarang / nanti malam.
→ Would you like to watch the movie now or later tonight?
5.
Mereka tinggal di kota / di desa.
→ Do they live in the city or in the village?
Menguasai pola pertanyaan dengan “or” akan membuat percakapan Anda
menjadi lebih terarah, jelas, dan sopan. Pola ini melengkapi materi sebelumnya
tentang “Would Like”, sehingga Anda sudah memiliki dasar yang kuat untuk
berkomunikasi dalam situasi layanan, tawaran, dan perencanaan kegiatan. Semakin
sering Anda melatihnya dalam percakapan sederhana, semakin lancar pula Anda
menggunakannya secara alami.
Part 3: Expressing Satisfaction and Dissatisfaction
(Mengekspresikan Kepuasan dan Ketidakpuasan)
Bagaimana
cara menyatakan puas atau tidak puas dengan layanan, makanan, atau suatu
produk?
A. Satisfaction (Kepuasan)
·
It's/That's great! (Ini hebat!)
·
It's/That's wonderful! (Ini luar biasa!)
·
It's/That's perfect! (Ini sempurna!)
·
I'm (very) satisfied with... (Saya (sangat)
puas dengan...)
o Contoh: "I'm
very satisfied with the service here." (Saya sangat puas dengan pelayanan
di sini.)
·
This is exactly what I wanted. (Ini persis
yang saya inginkan.)
·
Everything was delicious/excellent. (Semuanya
enak/luar biasa.)
B. Dissatisfaction (Ketidakpuasan)
·
I'm not happy with this. (Saya tidak senang dengan ini.)
·
This is not what I expected. (Ini bukan yang
saya harapkan.)
·
I'm disappointed with... (Saya kecewa dengan...)
o Contoh: "I'm
disappointed with the quality." (Saya kecewa dengan kualitasnya.)
·
The [food] is too [salty/cold]. ([Makanan]nya
terlalu [asin/dingin].)
·
This is unsatisfactory. (Ini tidak memuaskan.)
Part 4: Polite Request (Permintaan Sopan)
Digunakan
untuk meminta bantuan atau meminta seseorang melakukan sesuatu dengan sopan.
1. Menggunakan "Can you...?" / "Could
you...?"
·
"Can you help me with this?" (Bisakah kamu membantu saya
dengan ini?) - Informal
·
"Could you pass me the salt, please?" (Bisakah Anda memberikan
garam kepada saya?) - Lebih Sopan
2. Menggunakan "Would you mind...?"
·
Pola: Would you mind + verb-ing?
·
"Would you mind closing the window?" (Apakah Anda keberatan menutup jendelanya?)
·
"Would you mind speaking more slowly?" (Apakah Anda keberatan berbicara lebih pelan?)
Catatan: Untuk menjawab "Would you mind...?", jika Anda
setuju (tidak keberatan), jawablah:
·
"No, not at all." (Tidak, sama sekali tidak.)
·
"Of course not." (Tentu saja tidak.)
Contoh Dialog di Restoran
Waiter: Good evening. Are you ready to order?
You: Yes. I'd like the steak,
please.
Waiter: Certainly. Would you like mashed
potatoes or french fries with that?
You: Mashed
potatoes, please.
Waiter: Okay. And would you like a drink?
You: Could you bring me a
glass of water?
(After the meal...)
Waiter: How is
everything?
You: It's perfect! The steak was
wonderful. I'm very satisfied.
(At the end...)
You: Would you mind bringing the
bill, please?
Waiter: Not at all.
I'll get it for you right away.
Let's Practice! (Ayo Berlatih!)
A. Lengkapi kalimat dengan "would like" atau
"or":
1.
I ______ to have a sandwich.
2.
______ you ______ some water?
3.
Do you want the red shirt ______ the blue one?
B. Terjemahkan percakapan singkat ini:
Pelayan: "Apakah Anda ingin sup atau salad?"
Anda: "Saya ingin salad."
Pelayan: "Baik. Apakah Anda ingin memesan makanan penutup?"
Anda: "Tidak, terima kasih. Bisa tolong bawakan bonnya? Semuanya sangat
enak."
Jawaban:
A: 1. would like |
2. Would, like | 3. or
B:
Waiter: "Would you like soup or salad?"
You: "I'd like the salad."
Waiter: "Alright. Would you like to order dessert?"
You: "No, thank you. Could you bring the bill, please? Everything was
delicious."
Semoga
Lesson 13 ini membuat percakapan bahasa Inggris Anda semakin lancar dan
sopan! Would you like to practice more on our blog? Stay tuned for
the next lesson at "Belajar Bahasa Inggris"
.jpg)
No comments:
Post a Comment